From Kuala Trang to Kuala Lumpur
Kisah perjuangan seorang santri kampung yang menemukan jalan perubahan melalui ilmu, teknologi, dan ketekunan.
Hidup Ini Masih Koma, Bukan Titik.
Dr. Tgk. Rahmat Saputra tumbuh di Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Ia pernah hidup dalam keterbatasan ekonomi, menjadi santri sekaligus mahasiswa, membangun usaha kecil-kecilan, mengalami kegagalan bisnis, hingga hampir tidak menyelesaikan kuliah.
Ia menyelesaikan kuliah S1 selama tujuh tahun dan hampir di-DO. Namun di tengah tekanan hidup, ia memegang prinsip: “Hidup ini masih koma, bukan titik.”
Internet kemudian menjadi “kampus alternatif” yang mengubah hidupnya. Dari sanalah ia belajar teknologi digital, internet marketing, hingga akhirnya mulai menghasilkan uang pertama dari dunia digital.