From Kuala Trang to Kuala Lumpur
Kisah perjuangan seorang santri yang menemukan jalan perubahan melalui ilmu, teknologi digital, dan kesungguhan.
Hidup Ini Masih Koma, Bukan Titik.
Dr. Rahmat Saputra lahir di Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya, dan tumbuh di Lapang, Kabupaten Aceh Barat. Ia menjadi santri sejak lulus pendidikan dasar. Saat menjadi mahasiswa di Jawa Timur, ia telah memulai membangun usaha, beberapa kali mengalami kegagalan, namun terus semangat & bangkit kembali.
Ia menyelesaikan kuliah S1 selama tujuh tahun dan hampir di-DO. Namun di tengah berbagai cobaan & tantangan hidup, ia memegang prinsip: “Hidup ini masih koma, bukan titik.”
Internet kemudian menjadi “kampus alternatif” yang mengubah hidupnya. Dari sanalah ia belajar teknologi untuk pendidikan, digital marketing, AI, dan lain sebagainya hingga akhirnya ia menjadi salah satu pimpinan kampus termuda di Indonesia, berhasil meraih gelar Doktor (S3) di Malaysia, mendapatkan juara dalam berbagai kompetisi, dan menghasilkan profit dari dunia digital.